Jamur
tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan. Itulah sebabnya jamur menjadi
klasifikasi makhluk hidup baru bernama fungi. Nah, Pada materi Biologi kelas 10
ini, Mipi mau mengajak kamu membahas tentang Klasifikasi Kingdom Fungi dan
Struktur Tubuh Jamur. Baca artikel ini sampai selesai, ya.
Klasifikasi
Kingdom Fungi
Kingdom
fungi termasuk sebagai satu di antara kingdom makhluk hidup yang cukup besar
dan memiliki karakteristik berbeda-beda. Ada lebih dari 50.000 spesies fungi
yang ada di dunia ini. Karena jumlah spesiesnya sangat banyak, ada ilmu khusus
untuk mempelajari tentang fungi atau jamur yang disebut Mikologi. Istilah
Mikologi berasal dari bahasa Yunani “mykos”, yang berarti cendawan atau jenis
jamur berbentuk payung.
Jika
dilihat sekilas, struktur fungi memang terlihat seperti tumbuhan, Pahamifren.
Namun, fungi bukanlah tumbuhan karena tidak memiliki klorofil sehingga tidak
dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis.
Kalau
dilihat dari cara jamur mendapatkan makanan, jamur justru cenderung seperti
kingdom animalia atau hewan yang memiliki sifat heterotrof, yaitu mendapatkan
makanan dari sumber maupun organisme lain. Jadi, bisa dibilang, fungi bukan
termasuk hewan maupun tumbuhan, namun ada beberapa karakteristik pada fungi
yang terdapat juga di tumbuhan maupun hewan.
Klasifikasi
Fungi
Berdasarkan
struktur tubuhnya, klasifikasi fungi atau jamur dibedakan menjadi dua kelompok,
yaitu kelompok jamur bersekat dan kelompok tidak bersekatnya hifa. Contoh
kelompok fungi tidak bersekat adalah kelompok Zygomycota. Sementara kelompok
bersekat, yaitu Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota. Mari kita bahas
satu per satu tiap klasifikasinya.
Zygomycota
Zygomycota
merupakan kelompok jamur yang membentuk spora istirahat berdinding tebal
dikenal dengan zigospora. Anggota zygomycota umumnya adalah jamur yang hidup
saprofit, yaitu mendapatkan makanan dari organisme yang sudah busuk atau mati.
Kelompok fungi ini memiliki banyak inti sel dan terdiri atas hifa tidak
bersekat. Contohnya, Rhizopus Oryzae dan Mucor Javanicus.
Ascomycota
Ascomycota
memiliki ciri khusus yaitu memiliki talus yang terdiri dari miselium bersekat.
Dinding selnya terdiri dari zat kitin. Kelompok ini memiliki sifat uniseluler
atau multiseluler. Anggota ascomycota ada yang hidup saprofit, parasit, maupun
simbiosis.
Secara
umum, anggotanya meliputi 3 kelas, yaitu Hemiascomycetes, Plectomycetes, dan
Pyrenomycetes. Contohnya, Aspergillus fumigatus dan Penicillium
(Plectomycetes), serta Neurospora untuk pembuatan oncom (Pyrenomycetes).
Basidiomycota
Klasifikasi
fungi basidiomycota mencakup sebagian besar spesies makroskopis dan amat
mencolok. Jamur ini sering dijumpai di tanah lapang dan pada hutan-hutan. Ciri
khususnya memiliki hifa bersepta dengan sambungan apit. Spora seksualnya
dihasilkan di atas struktur dengan bentuk gada, yang dikenal dengan istilah
basidium. Anggota basidiomycota hidup sebagai saprofit dan parasit terhadap
organisme lain. Contohnya, Volvariella volvacea (jamur padi).
Deuteromycota
Deuteromycota
merupakan kelompok jamur yang berkembang biak secara aseksual. Memiliki hifa
bersekat dan hidupnya menempel di sisa-sisa makanan. Tetapi, ada jenis
deuteromycota tertentu bersifat parasit dan merugikan organisme lain. Misalnya,
Candida albicans atau jamur yang menyebabkan penyakit infeksi pada saluran
reproduksi wanita.
Ciri-Ciri
Kingdom Fungi
Setiap
kelompok fungi sebenarnya memiliki ciri khasnya masing-masing. Namun, ciri-ciri
jamur secara umum yang hampir dimiliki seluruh spesiesnya adalah sebagai
berikut:
·
Memiliki
hifa, atau benang halus tersusun dari rangkaian sel yang terbentuk dari
pertumbuhan spora. Hifa pada jamur bisa tunggal maupun bercabang. Kumpulan hifa
jamur disebut miselium.
·
Memiliki
dan memproduksi spora.
·
Berkembang
biak secara seksual maupun aseksual.
·
Struktur
tubuh jamur berfilamen. Dinding selnya mengandung zat kitin, glukan, selulosa,
dan makanan.
Adapun
ciri-ciri lain yang membedakan jamur dengan tumbuhan, di antaranya:
·
Tidak
memiliki klorofil.
·
Berkembang
biak dengan spora.
·
Komposisi
dinding sel yang berbeda.
·
Tidak
memiliki akar, batang, cabang, dan daun.
·
Tidak
mempunyai sistem vaskuler seperti tumbuhan.
Bersifat
multiseluler, tidak mempunyai pembagian fungsi pada setiap bagian.
Struktur
Tubuh Jamur
Selain
ciri-ciri fungi, kamu juga perlu mengetahui struktur tubuh fungi. Pada
dasarnya, struktur jamur terbentuk dari komponen disebut hifa. Hifa sendiri
adalah struktur menyerupai benang halus yang tersusun dari dinding berbentuk
pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa yang
mengandung organel eukariotik. Kebanyakan hifa jamur dibatasi oleh dinding
melintang atau septa.
Septa
pada jamur memiliki pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria,
dan inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Namun, ada pula hifa jamur yang
tidak bersepta atau hifa senositik. Secara umum, struktur jamur hifa senositik
dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan
pembelahan sitoplasma.
Pada
jamur bersifat parasit, hifa jamur biasanya mengalami modifikasi menjadi
haustoria. Hifa jenis haustoria berfungsi untuk mengangkut zat hara atau
makanan dari substrat karena hifa khusus ini mampu menembus jaringan substrat.
Peranan
Jamur dalam Kehidupan
Setiap
makhluk hidup pasti memiliki peranannya masing-masing dalam kehidupan, termasuk
kingdom fungi ini. Beberapa peranan jamur dalam kehidupan yaitu sebagai bahan
makanan, obat-obatan, dan sebagai dekomposer. Sayangnya, peranan jamur juga
tidak selalu bermanfaat, Pahamifren. Jamur juga bisa menjadi agen deteriorasi
dan menyebabkan penyakit. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
Jamur
Sebagai Bahan Makanan
Seperti
yang kamu tahu, beberapa jenis jamur bisa kita makan. Misalnya, jamur enoki,
shitake, jamur tiram, jamur kancing, truffle, dan masih banyak lagi. Selain
bisa dimakan langsung, jamur juga mengubah bahan makanan menjadi jenis makanan
lain.
Jamur
Sebagai Obat
Enggak
cuma dikonsumsi sebagai makanan saja, jamur juga bisa menjadi obat-obatan.
Contohnya, jamur Penicillium chrysogenum. Jamur ini menghasilkan antibiotik yang
dikenal dengan penisilin. Antibiotik yang dihasilkan jamur ini menghambat
pertumbuhan bakteri, terutama bakteri penyebab penyakit.
Cara
kerja penisilin dengan cara merusak dinding sel bakteri. Saat dinding selnya
rusak, bakteri bisa pecah dan mati. Jadi, enggak bisa membuat infeksi tubuh
lagi deh. Keren ya, peran jamur yang satu ini!
Jamur
Sebagai Dekomposer
Jamur
juga bermanfaat untuk ekosistem, lho. Jamur berperan menjadi pengurai sisa-sisa
makhluk hidup yang sudah mati, atau bahasa kerennya dekomposer, Pahamifren.
Mulai daun-daun kering, batang pohon yang mati, bangkai hewan, hingga kotoran
hewan terurai dengan bantuan jamur.
Hifa-hifa
jamur bertumbuh menembus jaringan hewan dan tumbuhan yang sudah mati. Kemudian,
hifa-hifa tersebut akan menghasilkan enzim-enzim yang bisa mengurai tubuh hewan
atau tumbuhan itu. Jamur akan membantu penguraian senyawa organik menjadi
senyawa anorganik. Misalnya, protein yang diubah menjadi nitrogen. Karbohidrat
dan lemak yang diubah menjadi karbon.
Nitrogen
dan karbon tersebut diserap oleh tumbuhan lain yang masih hidup untuk memenuhi
kebutuhan nutrisinya. Jadi, jamur ini berperan penting memastikan ketersediaan
nutrisi untuk tumbuhan. Satu di antara jamur yang berperan sebagai dekomposer
adalah Pilobolus crystallinus. Jamur ini biasanya menguraikan sampah organik
berupa kotoran hewan.
Jamur
Sebagai Agen Deteriorasi
Peranan
jamur juga bisa merugikan manusia, Pahamifren. Jamur dapat melakukan proses
penguraian yang merugikan atau disebut deteriorasi. Jamur menguraikan bahan
makanan yang kita simpan. Misalnya, kalau kamu menyimpan padi atau kacang tanah
di tempat lembap, bisa-bisa ditumbuhi sama Aspergillus flavus.
Jamur
ini membuat padi dan kacang yang kamu simpan menjadi busuk dan menghasilkan
racun bernama aflatoksin. Kalau aflatoksin ini tidak sengaja termakan oleh
manusia, bisa menyebabkan kanker hati. Serem banget ya, Pahamifren.
Enggak
cuma makanan saja, jamur juga bisa merusak barang-barang berharga, seperti
lukisan terbuat dari kayu, atau bahkan dokumen-dokumen berharga yang ada di
museum. Agar barang-barang kamu terhindar dari jamur bersifat deteriorasi ini,
kamu harus menyimpan barang kamu di tempat yang benar dan tidak lembap, ya.
Jamur
Sebagai Penyebab Penyakit
Selain
berbagai manfaat yang dimiliki, pada klasifikasi kingdom fungi juga dikenal
jamur yang merugikan. Jamur juga bisa menyebabkan penyakit bagi tumbuhan,
hewan, maupun manusia. Misalnya, jamur Claviceps purpurea yang menyerang
tanaman gandum.
Biji
tanaman gandum yang terinfeksi jamur ini akan membengkak dan warnanya berubah
menjadi ungu. Bagian yang membengkak ini dinamakan ergot. Apabila ergot
termakan manusia, bisa menyebabkan halusinasi, kejang-kejang, bahkan hingga
lumpuh.

0 Response to "Biologi Kelas 10: Klasifikasi Kingdom Fungi (Jamur), Struktur Dan Peranannya Pada Kehidupan"
Posting Komentar